Kamis, 29 Maret 2012

Permen Papa



Bangun tidur pagi Papaku agak rewel,merengek rengek ga jelas, ku tanya sambil ku cium pipinya hmmm.. bau acemmm.
"Ko bangun tidur nangis sayang, mimpi buruk ya..?"
Papa hanya merengek seperti ada yang ingin dia katakan, tapi ga yakin
"Papa mau apa..?bilang sama mamah ga pake nangis nanti ga jelas ngomongnya.."
Ku dudukan dia di tepi tempat tidur dan Aku berjongkok di depannya.
"Boleh ngga Papa minta permen ..?"
hmmmm.. pantes dia ragu sebab Dia tahu aku ga begitu suka kalau Dia jajan permen, sebab giginya selalu bermasalah kalau kebanyakkan makan yang manis.
"Kenapa Papa mau permen, kan gigi Papa suka sakit batuknya juga masih ada..?" ku ingatkan Dia sambil duduk di sampingnya.
"Papa mau permen temen temen Papa suka beli, Papa juga mau..boleh ya mah..?"
Mata bulatnya memohon
"Baiklah karena Papa mintanya ga pake nangis Papa boleh nanti beli permen di sekolah, tapi jangan malas sikat giginya ya..?"
"Taa..pii... permennya mau 2 mah ..? "
Aku mengernyitkan dahi,ku lirik jam semakin beranjak siang dan sambil ku tuntun ke kamar madi aku mengangguk ringan, dia pun tertawa senang.
Sesampainya di sekolah seperti janjiku ku belilkan Papa permen 2 buah seperti permohonannya, dengan satu kesepakatan di makan sewaktu istirahat.dan dia patuh.
Dan kegiata belajar mengajar pun mengalir padat hingga waktu istirahat tiba, Aku sibuk membubuhkan bintang di setiap buku Anak Anakku.
9.30 Selesai sudah, waktunya Shalat Dhuha.
Anak anak semua ku giring ke Mesjid
"Ayoo makanannya habisin kita Shalat Dhuha nak .."
Anak Anak berlarian ke tempat wudhu.
"Ibuuu.. aku habisin dulu permennya ini di kasih papa bu..."
Nadya menjejeri langkahku menuju tempat wudhu.
"Oh ya......?" ku lirik Papa yang menguntit dibelakang, menatapku dengan senyum penuh arti.
Ku gandeng keduanya Papa di kananku dan Nadya di kiriku.
"Hebat... Sahabat yang baik ya, saling memberi dan menyayangi, Ibu senang "
Papaku memang juara bagiku.
Selalu ada moment yang membuatku belajar memaknai
Selalu saja kepolosannya membuatku takjub.
Itulah cinta yang tanpa tendensi
Cinta yang tanpa syarat
Cinta yang tak berhitung
Hanya ada satu keinginan memberi.titik.
Makasih banyak sayang..
Kau selalu luar biasa..


by Camar putih.
Selasa pagi, 27 maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar