Sabtu, 10 Maret 2012


Jam Dinding belum juga genap di angka 09.00 malam.

Namun karena hujan dari sore mengguyur tanpa jeda membuat malam terasa sudah sepi, tak banyak aktifitas di jalanan sesekali ku dengar suara motor melaju cepat, tak nyaman berada di luar dalam kondisi cuaca yang dingin dan hujan begini.
Aku sedang malas, suasana hati yang lagi ga mood memperparah rasa malasku, ku rasakan perutku keroncongan , aku lapar, terakhir makan tadi siang sebelum dhuhur pulang sekolah, ada perasaan menyesal ingat tadi siang si Uni nasi padang menawariku nasinya mau setengah atau satu, aku bilang setengah saja Uni, haduh tahu begini tadi siang nasinya satu saja.. hehe.

Biskuit dan kue kering di toples tak menggugah seleraku beberapa makanan juga masih ada di kulkas masih tapi ingat dinginnya membuat seleraku terbang, ada telur dan mi instan, ah malas, ku bilang malas.
Sambil terlentang menatap langit langit kamar, hati yang sedang melo, perut kosong melilit, hujan, hmmm...kombinasi yang kumplit untuk cengeng.

Dan tiba tiba terbersit ingin bercengkrama denganMu, setengah merajuk menguji keberadaanMU dan kasih sayangMU yang ku yakini dan ku pelajari sejak aku masih belajar bicara dan belajar melangkah, ada rasa sungkan yang sangat menjalari hati,tabu, tidak sopan, iya memang.. sejak pertama aku mengerti pelajaran yang ku dapat adalah harus memperlakukan Tuhanku, Robbku, Penciptaku, dengan santun dan penuh hormat, tidak boleh kurang ajar.menghadap Guru saja kita harus sopan menunduk, takjim, apalagi menghadap Presiden bisa di penjara kalau tidak sopan , apalagi menghadap dan berbicara dengan Sang Maha Pencipta Raja dari segala Raja, dosa besar kalau tidak sopan , begitulah yang aku tahu dan aku dengar dari Guru ngajiku waktu kecil di Mushola belakang rumahku.

Tapi malam ini aku benar benar terusik dan tertantang.karena rasa lapar dan rasa sedih yang sedang menekanku, aku berontak.
Ah masa ... bukankah Maha Raja yang ku sembah Maha Pengasih dan Maha Penyanyang, Maha Lembut, Maha mendengarkan...??
masa sih jutekk..? masa sih garang kaya Satpam Kodim..??
Aku benar benar terusik
dan akhirnya terjadilah sebuah dialog kecilku bersamaNYA dalam rintik gerimis di keremangan malam

" Ya Alloh, Kau tahu aku lapar, aku mau sekali iniiiiii saja kau buat keajaiban untukku, katanya jika kita telah berbuat baik lalu meminta dengan tulus maka KAU akan mengabulkan permohonan dengan cepat, benarkah...?"
dan ku eja beberapa kebaikan yang telah ku lakukan yang menurut versiku cukup dapat di andalkan untuk ku jadikan proposal singkat padaNYA, hihihi... ada geli yang merayapi hati. tapi tak mengurungkan percakapanku denganNYA.
" Ya Alloh aku mau nasi kotak lengkap datang tiba tiba ke rumahku, entah dari mana dari siapa dalam rangka apa , KAU sajalah yang atur, pokoknya aku mau nasi kotak... cepat dan segera " hatiku berkata penuh rajukkan, tapi ku tutupi mukaku dengan bantal, bersembunyi.

Teringat kisah luar biasa sepanjang zaman, Assahabul Kahfi
Makin dalam ku tutup mukaku dengan bantal.
Namun hati tak juga mau tunduk.

Sejenak berpikir , mungkin jangan nasi kotak , kebagusan , kemewahan terlalu tak mungkin, bisik hatiku menawar.
" Baiklah, begini saja Ya Alloh, tolong aku, bukan kah jam segini tukang nasi goreng biasa lewat depan rumahku, nah tolong aku , jadikan keajaibanMU tiba tiba si tukang nasi goreng lewat... Pleaseeeeee... cepeeettt.. aku lapar...ga minta kok... aku mau beli...pake uangku, jadi aku pun berkorban tidak murni hadiah "
Hmmm.... ku buka bantal yang menutup mukaku , ke tajam kan telingaku berharap mendengar sura katel yang di pukul tukang nasi goreng, mataku terbuka siaga , juga telingaku, 5 menit....10 menit.. sampai setengah jam berlalu. aku manyun

"Awas yaa... kalau sampai subuh KAU biarkan aku kelaparan hmmm..."
Tak berani aku meneruskan meski hatiku agak menghangat karena kesel dan lapar.
berguling ke kanan ke kiri... gelisah
Semua gambar masa lalu yang menyakiti tiba tiba seperti film yang terputar otomatis.
Dan air mata jatuh berlinangan sambung menyambung tanpa isak,.
Jam dinding sekarang berhenti di angka 02.00
ku seka mataku yang sembab dan ku balikkan bantalku yang dingin karena basah.

" Permintaan terakhir Ya Alloh, buat aku tertidur dan terlupa akan rasa laparku, maka semua akan baik baik saja " bisikku pasrah.

" Mah bangun"
Anakku membaagunkan aku tepat jam 06.00 pagi. waktu subuhku sudah di ujung tanduk. dengan terburu buru ku tunaikan 2 rokaat subuhku

Di Akhir salam, aku tersenyum kecil, tiba tiba hatiku berbisik.
" Tenang lah ten.. kau tak makan semalam tak bakalan mati. masih ada lebih 5kg kelebihan berat badanmu, lemakmu masih melindungimu."

Aku tersipu malu.
Terima kasih Ya Alloh yang Maha Pengasih,Kau jaga tubuhku agar lebih langsing. hihihi..
ada sejuk mengalir
Ah
Senang juga berbincang denganMU
Ternyata KAU tak Jutek...

Yang KAU punya hanyalah Cinta dan Kasih untuk setiap Mahluk tak ada yang terlewat , meski hanya sehelai daun kuning yang kering DIAlah yang mengatur kapan jatuh luruh ke bumi.

Ampuni kekecilanku dalam memaknai.

"Alloh Maha Pengasih tanpa pilih kasih
Alloh Maha Peyanyang sayangnya tak terbilang
Alloh Maha Tahu tanpa di kasih tahu
Alloh.. Alloh .. La Ilaha Ilalloh...."

Sebait syair lagu anak anak di sekolah.mengiringiku merenda pagi.



by Camar putih,
banjar 10 maret 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar