Rabu, 29 Februari 2012

Sepotong Cerita Buat Teman



Hai teman hari ini aku mau cerita...sini gabung denganku

Konon, pintu Surga sudah terbuka , seorang Ibu yang baik hati dan ahli ibadah siap melangkah melewati pintu surga, tiba tiba Malaikat penjaga pintu Neraka menghentikannya dan berkata dengan keras

" Ibu tidak berhak masuk Surga !" lalu Malaikat Penjaga pintu Surga bertanya

"Apakah sebabnya, bukankah ibu ini ahli ibadah..?"

"bagaimana mungkin seorang ibu masuk Surga sementara anaknya terpanggang api neraka..?"


Malaikat penjaga pintu neraka berkata dengan garang, lalu Malaikat penjaga pintu surga pun bertanya pada si Ibu ahli ibadah itu

" Apakah ibu tidak pernah mendidik, mengajak, menegur anak Ibu agar mau beribadah sebaik Ibu..?"


Si Ibu ahli ibadah terpekur, dengan lirih menjawab


"Sudah.." lMalaikat penjaga pintu Neraka menukas dengan cepat


"dia tidak bersungguh sungguh mendidik anaknya !"


dan Malaikat penjaga pintu Sorga pun bertanya lagi pada si Ibu


" Benarkah demikian ? apa alasanmu ?" si Ibu dengan tertunduk menjawab


" benar, sebab aku sangat mencintai anakku, aku takut anakku marah dan tersinggung jika aku memaksanya melaksanakan kewajiban kewajibannya "


mendengar jawaban si ibu ahli ibadah itu, Malaikat penjaga pintu Surga dengan berat hati menyerahkan si ibu kepada Malaikat penjaga pintu neraka.

Hai teman, aku sedih atas nasib si ibu itu, ternyata cinta yang berlebihan dapat menghantarkan seseorang masuk neraka, cinta putih seorang ibu sekalipun.



Demikian juga cinta seorang suami terhadap istrinya, cinta seorang pemimpin atas yang di pimpinnya,hidup kita ini hanya bersilangan di dua hal yaitu antara Hak dan Kewajiban.


 Dan kewajiban kita atas tanggung jawab kita lebih utama dari hak, bahkan dari hati kita sendiri, hati seorang suami yang lembut dan penuh kasih terhadap istrinya tidak lantas menggugurkan kewajibannya untuk mendidik si istri agar menjadi ahli sorga, jangan sampai kelembutan nya adalah kelemahannya yang akan membawa nya ke Neraka karena lalai mendidik istri untuk melaksanakan kewajibanya.


Kewajban seorang istri terhadap Alloh SWT dan kewajiban memenuhi hak suami, melayani, mengabdi, merawat anak anaknya, merawat rumahnya, memelihara orang tua dan saudara2nya,mengurus dirinya sendiri agar selalu dapat menyenangkan suami, mengenali apa yang membuat suaminya senang dan bahagia dan apa yang membuat suaminya marah dan sedih.
 Tak ada kewajiban si istri untuk mencari nafkah,jika seorang istri lelah dan cape pastikan bahwa lelah dan capenya adalah untuk melayani suami, sesuatu yang akan membuat pintu Surga terbuka di semua arah...Subhanalloh .


.Sesungguhnya Alloh SWT maha adil tak satu pun tetes keringat yang tak terbalas..Amin.

makasih teman sudah mau baca ceritaku.


Dan untukmu


Wahai para Suami


Ajari kami istri istrimu menemukan jalan agar pintu Surga terbuka untuk kami..
meski harus bersikaplah tegas agar kami patuh padamu sebab patuh padamu adalah baik untuk kami.

love you for my husband, ever and ever....



by camar putih

Mengintip....


Pada suatu saat dirumah sahabat


"Sttttt...aduuhhh jangan berisik dong ahh " aku menyikut pinggang dua sahabatku yang tak mau diam ada emosi tertahan di wajah mereka.

" Aduuhhh kakiku.. jangan di injek dong iihhh.." aku meringis kesakitan saat mereka merangsek ke depan mendesakku ke jendela, mereka tak peduli seakan ga mendengarkan jeritanku mata mereka tegang sambil terus mengintip di balik jendela.

Tadinya hari ini kami berempat akan mengunjungi sahabatku yang melahirkan, namun sampai di rumah sahabatku yang ini sebelum kami mengetuk pintu terdengar suara keras penuh emosi dari dalam rumah , tak tahan sepakatlah kami untuk mengintip .. hihihi

" Aku tidak terimaaa..!! kurang apa aku ini ..?! kau keterlaluan..!! " itu suara sahabatku, dia menangis sepertinya, aku tidak bisa melihat dengan jelas soalnya kepalaku ketekuk sikut sahabatku yang rese ini. uuhh.

"katamu kurang apa ? ini tahun ke 9 kita menikah, aku sudah tak tahan dengan sikapmu ! aku pulang kerja tak ada makanan yang bisa ku makan padahal perutku lapar..! pernahkah kau siapkan baju untukku kerja , pernahkah kau peduli padaku , mengurusku ..??!!, mengertikah kau apa yang sebenarnya aku mau..?!kau pintar sekali minta tolong ini tolong itu..kau tak peduli aku lelah bekerja, rumah berantakkan kau tak peduli, aku sudah mengalah bertahun tahun aku terima dan bersabar, tapi aku sudah tak tahan lagi aku muaakk..!!! "

aku terkejut dengan suara tinggi yang melengking seperti putus asa itu selama ini aku mengenal suami sahabatku ini sebagai suami yang pendiam, kami terpaku dada ku berdegup kencang.

"Aku bekerja, aku cape,kenapa hanya gara gara sepele seperti itu kau menghianatiku, kau menikah dengan perempuan yang tidak selevel kau menghinaku, dia hanya tukang nasi mas dia janda, kalau kau menikah lagi dengan orang yang lebih muda lebih cantik aku mungkin bisa mengerti , tapi ini.. aku bisa gila mas..!"suara sahabatku terdengar parau tak kalah getir dan putus asanya suara itu dengan suara suaminya .

"Dengar ya nyonya cantik, dia memang cuma janda, cuma tukang nasi, kamu tahu, dia yang bertahun tahun melayaniku , dia tahu makanan kesukaanku, dia tahu jam berapa aku lapar,dia tahu jam berapa aku datang, sampai seberapa penuh isi piringku yang biasa ku habiskan dia tahu, dia selalu tersenyum saat aku datang melayaniku tanpa aku minta,padahal aku hanya membayar sesuai yang ku makan tak lebih ..!! tidak aku beri status sebagai nyonya Darmawan yang terhormat, tidak aku beri gajiku tiap bulan, tidak ku jamin hidupnya lewat pensiunku saat aku meninggal nanti, ke mana kau saat aku lapar..?!! bukankah kau yang menyuruhku mencari makan di luar hah...??!! saat ku minta kau masak di rumah kau bilang cape lah , kau bilang malas lah, aku muak...!!"
lututku gemetar mendengar suara yang melengking tinggi seperti suara auman srigala yang bertahun tahun di kurung di dalam gua, dingin kaki dan tanganku, bertiga kami pucat pasi sungguh di luar dugaan suami sahabatku menikah lagi dengan tukang nasi..!!ku lirik mobil mewah yang terpakir di garasi.

" Aku ga sanggup mas....!! ceraikan aku ..!! aku tidak mau di madu.!!."
terdengar suara sahabatku menjerit jerit, tangisnya melolong pilu di telingaku

"Baik, aku ceraikan kau !!" bruuggg...!! suara pintu berdebam keras, seperti bom rasanya di telingaku, dan kami masih terpaku saat mas Darmawan keluar dan terbeliak melihat kami matanya merah, marah, lelah dan putus asa.

kami terpaku dengan mulut menggangga.. !!


Dia adalah... Waktu.



Terdengar suara mobil memasuki garasi, jam pulang kantor memang sudah 3 jam terlewati, sudah masuk waktu maghrib.

" Biiiiiiiiii......." tergopoh gopoh si bibi berusia 50 tahun itu membukakan garasi si bibi sudah hapal banget teriakkan nyonyanya,tangannya masih berlepotan busa sabun sepertinya sedang mencuci piring dia.

"Assalamualaikum Tuan..." ucapan rutin si bibi sambil membawakan tas tuannya
"Waalaikum salam bi....." si tuan membalas sambil tersenyum, raut kelelahan nampak jelas di mukanya.

"Pulang telat pah ? " si istri menoleh sebentar lalu asyik dengan acara tv yang sedang di ikutinya.si tuan mengangguk tanpa suara.dan si tun pun masuk kamar .
" Biiiiiiiii......." si nyonya kembali teriak, dan si bibi sudah hapal betul teriakkan kali ini makna suruhannya berbeda
" ya nyah " dan dengan sigap si bibi menyiapkan makan sore buat si tuan

5 tahun berlalu, 10 tahun berlalu.si bibi sudah kembali ke kampungnya karena tubuh rentanya tidak sanggup lagi mengabdi pada tuan dan nyonyanya.
dan
" biii...." si tuan memanggil si bibi sepertinya si tuan tidak bisa menyadari bahwa si bibi sudah tidak di rumahnya lagi,si nyonya dengan muka sedih mengingatkan suaminya

"ini aku pah, sudah 5 tahun ko ga sadar sadar, sekarang aku yang melayanimu" jawab si istri sambil meraih tas kantor suaminya, mereka masuk dan menghampiri meja makan, kembali si tuan berteriak

"biiiii...." tak ada rona bingung di wajah suaminya, merasa pasti dengan alam sadarnya
si istri jatuh terduduk, air bening meluncur dari kedua belah pipinya yang tak lagi muda lelah dan sedih terbayang jelas

"maafkan aku suamiku, seandainya dulu aku yang selalu melayanimu kau tak akan terikat seperti ini " sambil menghapus air matanya yang terus mengalir si istri teringat pesan dokter yang memberi terapi suaminya.
bahwa sebenarnya tahun tahun sewaktu dia di layani si bibi , si suami marah dan kecewa sama istrinya karena selalu yang merawat dan menyediakan segala kebutuhannya itu pembantunya, namun dia bukan type pemarah hingga energi marahnya tersimpan di bawah sadarnya, dan menjadi daya tolak akan keberadaan istrinya sekarang.

ada satu yang tak bisa kembali meski di beli dengan materi sepenuh bumi
dia adalah WAKTU.


TANGIS SANG JUARA



Selasa 28 Pebruari

Tiba juga hari ini.
 Dengan semangat penuh kami tiba di tempat perlombaan OPEN HOUSE Uswatun Hasanah.
 Meski jam belum genap di angka 08.00 namun peserta sudah memenuhi tempat di laksanakannya lomba, semua baik itu peserta, guru pendamping, orang tua murid terlebih tuan rumah terlihat sangat antusias, tempat lomba terlihat semarak, Panitya benar benar mempersiapkannya dengan baik

.Papa si kecilku juga terlihat senang, meski tidak mengikuti lomba namun dia terlihat riang karena berkumpul dengan teman temannya di tempat baru, dia tidak rewel Ibunya sibuk mengurus teman temannya yang mengikuti lomba, ada 3 cabang yang di perlombakan untuk tingkat TK dan RA seKota Banjar, yaitu Gerak dan Lagu, Ketangkasan, dan Bermain Angka atau Matematika.

Waktu lomba di mulai jam 08.00 tepat,.
Di bagi di tiga tempat sesuai mata lomba, peserta yang mengikuti mata lomba Bermain Angka tidak di perkenankan di dampingi baik oleh guru pendamping atau pun orang tua , demikian juga dengan mata lomba Ketangkasan, anak anak hanya di temani Panitya saja

.Dengan nomor peserta 20 untuk semua mata lomba membuat kami tidak tergesa gesa, semua anak di pastikan sudah sarapan, membawa bekal air minum dan uang tidak boleh lebih dari 2000 rupiah sekedar ingin jajan, agar anak tidak terpecah konsentrasinya oleh jajanan, karena pihak sekolah mengadakan Market Day jadi begitu banyak makanan kecil kesukaan anak anak yang tersedia di tengah tengah tempat lomba berhadapan dengan panggung utama yang cukup luas.

Anak anak yang mengikuti perlombaan Gerak dan Lagu mulai ganti kostum, sedikit di poles bedak dan seulas lipstik sekedar agar anak anak  tidak terlihat pucat, kostum yang di gunakan sederhana saja baju terbaik yang mereka punya bebas warnanya, kerudung kecil mereka di tutup dengan topi bundar khas anak anak karena temanya wisata dengan lagu Becak Becak karangan Ibu Sud.

 Aihhh.... Anak anakku terlihat cantik cantik dan cakep cakep, lucunya, namun tetap khas anak anak natural tidak bermake up tebal.Menunggu giliran,setelah selesai bermake up Anak anak terlihat tidak sabar , mereka mulai bergoyang mengikuti alunan musik yang sudah mereka hapal dengan baik, Aku bersama Bu Wati dan Orang Tua Murid tersenyum geli melihat mereka.

Tiba giliran Mereka naik panggung...
 Wahhhh mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton dan Dewan Juri, hari yang mulai terik panas menyengatpun tidak lagi terasa .bukan main kami gembira melihat penampilan mereka, terbayang jerih payah saat melatihnya hari ini berbuah manis , dan kami optimis.

Selesai lomba Gerak dan lagu tampil kami memberilkan suntikan semangat untuk anak anak di mata lomba Ketangkasan.
 Subhanalloh... semangatnya mereka meski hari begitu panas di jelang tengah hari, tidak terlihat sedikit pun rasa lelah di wajah mereka.dan Aku pun bertepuk tangan sambil berteriak  teriak .. ayooo.... ayoooo... horeeeeee.. hingga sampai di garis finish.

.Menjelang Dhuhur selesai sudah semua lomba yang di adakan serentak itu, kami beristirahat sambil menunggu pengumuman, berbincang bincangkami di pelataran teras.

" Ibuuu....Dika dapat Piala itu ga bu..."
seperti biasa Dika menarik ujung gaunku sambil menunjuk deretan Piala dan hadiah hadiah di samping pagung.
" Insya Alloh dapat sayang..." Aku menentramkan
" Ibuuu... kalau dapat, Piala nya boleh di bawa pulang ya...?"
Restin mendekatiku matanya penuh dengan harapan
" Tentu saja..."
Aku menjawil pipinya yang cabi.

Akhirnya pengumuman yang kami tunggu pun tiba ,.
Dengan dada berdebar kami mendengarkan dengan harap harap cemas, mulai dari juara harapan mata lomba Bermain Angka, 3 juara harapan , kamu luput tak terpanggil, akhirnya mulai dari juara 3, ku lihat bu tuti mengibaskan tangannya ku artikan bahwa kita tak akan dapat, namun tiba tiba

" Juara 3 untuk mata lomba bermain angka di raih oleh RA Al Kasysyaf..Ananda Yazid Abdul Hakim..."
" Alhamdulillaaaahhhh...!!."
 Kami berteriak serempak ... lalu dengan semangat dan tawa mencari cari Yazid
 " Yaziiddddd... kamu menang nak.. hebattt..."
 Kami memeluknya dengan gembira
"Ayooo ke panggung di temani Bu Tuti.."
Tak putusnya ucapan Alhamdulillah dari mulut kami semua di iringi senyum bahagia
.
Kemudian pengumuman mata lomba ketangkasan untuk anak laki laki, dari 3 juara harapan hingga 3 juaranya tak satupun kami dapat, hingga pengumuman ketangkasan anak putri di nomor urt juara 2 tak satu pun yang lolos kami sudah pasrah lumayan sudah dapat Piala 1, dengan senyuman yang belum terhapus kami menghibur diri.

"Juara pertama lomba ketangkasan putri di raih oleh nomor pesertaa..... 20 dari RA Al Kasysyaf...."

Kembali ucapan Tahmid dan Takbir  berloncatan tanpa sadar di antara keriangan dan kegembiraan, sungguh di luar dugaan padahal mereka latihan cuma sekali saja,
 Alhamdulillah , kembali kami naik panggung.

Tiba tiba ku lihat Nadya menangis dengan mata merah

" Aduhhh... ko nangis Nadya kenapa sayang..."
Kataku mendekati lalu mengusap air matanya
 "Nadya takut Piala dan hadiahnya ke buru habis dan dia ga kebagian.."
 Ibunya menjelaskan dengan menahan tawa.
Tak urung aku tersenyum geli.

Pengumuman terakhir adalah juara mata lomba gerak dan lagu.
 Hingga juara harapan habis nama kami belum terpanggil, Nadya nangis makin sesegukan, kami sibuk membujuknya, jadi tidak terdengar siapa juara 2 dan 3, tiba tiba

...di raih oleh RA Al Kasysyaf....!!!"

Alhamdulillah .....
Juara Umum lah kami dengan 3 Piala,2 buah piala juara pertama dan 1 buah  piala juara 3 , seabreg hadiah yang kami bawa pulang .
 waaaahhh senyum mengembang sempurna di bibir kami .

Namun terlihat sedikit kepanikan di belakang para Ibu orang tua murid sibuk menenangkan buah hatinya masing masing
" Ibu .. ada apa kenapa Restin sayang...?? lhooo ko  Dika juga manyun...merenggut gitu.."
Aku sedikit kaget
" Ini kita dapat piala sayang ... juara pertama ...!! anak Ibu hebattt..."
 Ibu Kepala ikut membujuk
Dengan mengedipkan mata dan sedikit menahan tawa mamahnya Restin berbisik
" Mau di bawa pulang ke rumah Bu pialanya .. jadi rebutan piala aku ... piala aku..."
Olalalala......
Aku menepuk dahi, Anak anak yang luar biasa.

" Begini sayang... pialanya ibu bawa ke sekolah dulu kan teman teman yang lain juga pingin lihat ya..."
 Aku berusaha menenangkan.
Tangis mereka bukan mereda malah semakin kencang, dan semua orang menoleh dan bertanya
" Kenapa Sang Juara malah menangis...??"  Panitia bertanya heran.
" Pialanya mau satu satu Ibu..."
 Bu Wati menjelaskan sambil tertawa.

Ibu kepala memberi usul pada Orang Tua murid, nanti sore kita beli piala yang agak banyak di kasih label yang sama nanti bikin di rumah. dan solusi itu membuat anak anak mereda tangsinya.
, Dengan cepat kami membuat duplikat nya, khawatir Mereka terus rewel sesampainya mereka di rumah.
 Ba'da ashar selesai juga duplikat piala piala itu, dan di antarkan segera ke rumah Sang Juara masing masing.

Lega rasanya.

Sebuah Prestasi
Adalah sebuah kerja sama yang kompak seperti dua sisi segi tiga yang bertemu di puncak
Satu sisi adalah kreatifitas dan dedikasi guru
Sisi yang lain adalah bakat dan kemampuan anak yang terlatih dengan baik Kecintaan dan Kepedulian, Totalitas dan Keikhlasan menjadi dasar penyangganya

Alhamdulillah..

Engkau jualah yang Maha Menyempurnakan ikhtiar dengan sebuah hadiah paling manis.

Terima kasih Anak anak

Terima kasih untuk para Orang tua atas cintanya untuk para Juara ini.





by camar putih banjar.





Mencoba lebih dalam untuk mengerti

saat tak ada ruang lagi yang mampu ku sediakan

atas nama pengertian dan keikhlasan

sulitkah menjadi dirimu...?

bukan salahku jika masa lalu membentukmu menjadi kau hari ini

sekuat kau mencari pelampiasan

semakin jauh kau terperangkap

kalau pun harus kita bertukar tempat

akan ku ubah duniamu

dengan caraku

hingga ku mampu mengatakan satu hal yang sama dengan yang

bisa ku teriakkan hari ini

aku bebas..

tak akan ku biarkan senyumku meluluh di ujung sedu

tak akan ku ijinkan diri memanja melata duka

sebab ku tahu pasti aku mampu tanpamu.
by camar putih, 29 Feb 2012
 
 
 

Selasa, 28 Februari 2012

Buatmu kekasih

A


menatapmu jauh di batas rasa
lemahmu membuatku rapuh, sendirimu menyakitiku
ingin ku seka peluhmu
ku belai hangat dan ku katakan aku temani engkau jangan khawatir

istirahatlah barang sebentar
aku janji  saat kau pertama buka mata
kau temui senyumku di sini, di sisimu
kau pegang tanganku,dan kau akan tahu semua akan baik baik saja

cinta...
saat kau tak berdaya, pudar juga warna merah di hidupku
tak bisa ku berlari berpacu angin tuk pastikan keadaanmu
sebab dinding ini tak bisa ku tembus, pintu, jendela, pun tak kutemukan

meski demikian aku akan tetap di sini
menemanimu dengan segala tak kuasaku
dengan butiran air yang menggenang di mataku
tak akan ku biarkan jatuh sebab ku hanya ingin kau melihat senyumku

cinta....
ku hanya punya hati, ku isi dengan sepenuh harap
akan segala kebaikkan buatmu, apapun....
ku hanya punya waktu, yang akan ku jalani demimu

tolong.....
jagai dia.seperti pantai jagai ombaknya
kuatkan ia.laksana karang di lautan
jadikan ia.bintang di utara  bersinar hingga pagi menjelang



untukmu,cintaku
bangun dan tersenyumlah kekasih
banjar,060520011

Di Bawah Tudung Saji




dia sangat mencintai suaminya
suaminya sangat suka di garukkin punggungnya menjelang tidur lalu di kipasi,
harusnya dialah yang kegerahan dengan perutnya yang membuncit calon bayi nya memasuki usia 8 bulan, dia kepayahan, setelah suaminya lelap dia memilih tidur di lantai, dinginnya lantai memberikan kenyamanan tanpa bantuan orang lain hingga subuh datang dia lelap di lantai dan suaminya juga lelap di kasur empuk.
dia akan meninggalkan segala kesibukkannya di dapur, Dia tahu jam berapa suaminya terbangun di pagi hari dan dia akan selalu ada saat suaminya pertama membuka mata, lalu menyapa
" Assalamualaikum, pagi..."
dia siapkan semua keperluan suaminya ke kantor, berebut dengan sarapan si kecil yang ribut juga dengan sekolah TKnya, jika dia begitu sibuknya dan tidak begitu yakin sepatu suaminya cukup mengkilat, maka dia akan meniup niup sepatunya itu dengan nafasnya seperti saat membersihkan kaca lalu Dia gosokkan ke gaunnya yang warnanya sudah tidak jelas lagi karena terlalu sering jemur pake, dan dia selalu mendapat komentar yang sama setiap kali memasangkan kaus kaki suaminya
"hati hati dari ujung ke ujung jangan ada yang melipat , ga nyaman di pake jalan " lalu dia akan punya doa yang sama dari hari ke hari .
"wahai kaki, tolong jaga suamiku, berhati hatilah kau membawanya, dan ingat bawa pulang lagi suamiku tanpa kurang satu pun ya "
"Amin " suaminya menimpali
dia antar suaminya hingga teras rumah dan mencium tangannya, lalu tenggelam kembali di dapur dan berkutat dengan si kecil yang mulai cerewet.
dia memilih rumah, dia juga memilih menemani anak anaknya, meski kesempatan untuk mengaktualisasi dirinya juga bukan tidak ada,dia tidak tergiur memiliki uang hasil keringatanya sendiri, dia bilang biarlah kebanggaan menafkahi menjadi hak mutlak suaminya, agar tak punya kekuatan saat melawan suaminya, dia juga tidak begitu suka menabung uang dan menyimpan perhiasan dia bilang agar di saat kecewa mendera dia tak bisa pergi meninggalkan suaminya karena tak punya bekal, dia tidak pernah tahu jumlah gaji suaminya berapa, di awal bulan dia menerima saja berapapun yang di berikan suaminya . dia tidak akan menanyakan jumlahnya berapa untuk bulan ini, dia pun tidak pernah cemas dan khawatir apakah cukup untuk sebulan atau tidak,Dia bilang yang memberikan rejeki sejatinya adalah Alloh SWT semata , suaminya hanyalah perantara adanya, dia yakin suaminya pasti ingin memberinya lebih banyak dari yang di berikannya setiap bulan,dia juga akan bilang tempat meminta saat kekurangan hanyalah Alloh swt, biarl;ah yang maha kaya yang mencukupi. begitu katanya tanpa beban.
dan di saat kekurangan menyerang tanpa terelakkan, dia di dera kebingungan yang sangat jam pulang kantor suaminya sebentar lagi tiba dan dia tidak punya sesuatupun untuk di masak meski hanya sebungkus mi instan tak ada lagi yang tersisa, dia termenung tudung saji di meja makannya terbuka lebar, dia khawatir membayangkan perut suaminya yang pasti kosong dan lapar, lelah seharian bekerja, meski perutnya sendiri sejak siang hanya terisi air putih. dan akhirnya suaminya pulang juga, di cium tangannya, di lepaskan sepatu dan kaos kaki yang tadi pagi di pasangkannya, di bantu nya suaminya melepas bajunya dan di ganti dengan kaos rumah, lalu di temani sebagai mana biasanya ke tempat meja makan, dia duduk di meja makan menunggu suaminya membuka tudung saji dengan dada berdebar, dengan tangan kanan suaminya membuka juga tudung saji dengan dahi berkerut suaminya mengangkat secarik kertas dari piring
"maaf hari ini tak ada yang bisa ku sajikan untukmu sayang... hanya sebentuk hati penuh cinta milikku yang selalu tersaji untukmu tanpa terkurang sedikitpun "
dan suaminya menoleh lalu menatapnya dengan haru
"aku yang minta maaf sayang... membuatmu kekurangan selama ini"
dan satu pelukan hangat dan ciuman mesra ,engakhiri satu hari yang berat itu.
Terima kasih cinta.







Mengapa



mengapa harus.ku buat telaga di tepian fatamorgana

mengapa jua ku semai benih di tanah yang bukan ladangku

mengapa lagiku tanya sedang jawabnya ku tahu pasti

mengapa ingin kunanti lengkung pelangi sedang hari terik tiada hujan

ku antar hati meski tahu akan terluka

ku ulur tangan meski tahu akan teriris

ku pinjamkan bahu untukmu bersandar meski tahu akan tertolak

ku tunggu waktu meski tahu tak akan ada batas penantian

aku .....

ingin berhenti

tapi angin membawaku berlari mencarimu

di padang yang hanya berbatas garis pandangan

bayanganku berganti arah

bumi yang ku pijak retak merapuh

langit yang meneduhiku memerah saga

ku berlutut tak lagi sanggup berdiri

aku......

.tak sanggup

melupamu juga mengingatmu

aku......

buka kepalan tangan melepasmu dari genggaman

biar angin membawamu dariku

aku tahu pasti

engkau di tempat yang terbaik

di musim semi yang kau ingini

aku...

melihatmu seperti

punguk rindui bulannya







banjar 040511

Cemburuku







mencintamu adalah kepastian


mengingatmu setara helaan nafas


merindumu tak terbantahkan


bersama denganmu


mengoyak rasaku


menjadi helaian bulu yang tak berarti


terbawa terbang angin utara....


camar putih,bnjr 070511

Jagoanku



Awal januari 1995

Badanku panas menggigil hebat, angka di termometer menunjukkan suhuku 39,7, aku di sarankan ke dokter oleh semua saudara yang kebetulan sedang berkumpul karena acara tahun baruan baru saja usai,sebenarnya ini puncaknya rasa yang tidak nyaman atas tubuhku sudah terasa sejak satu minggu yang lalu, emosi yang tiba tiba drop atau kadang malah melejit tanpa alasan yang jelas juga nafsu makan yang tiba tiba menghilang..tanpa sepengetahuan suamiku aku sudah beli test pack karena haidku mundur ini minggu kedua terlambat, dengan sempoyongan aku ke kamar mandi... ku tunggu 5 detik lalu ku kibas kibas, dan...aku meriding entah karena demamku atau rasa bahagiaku...ada 2 strip di test pack, POSITIP...aku hamil...!!..... dan semua gembira atas kabar ini. sulungku yang baru 4 tahun pun gembira bukan kepalang, dia sudah merengek minta adik hingga menyuruhku minta di rumah bu bidan depan komplek banyak bayi mah.... katanya, dan aku menolak minum obat apapun baik untuk demam atau apapun keluhanku selanjutnya, dengan rasa bahagia ku tahan sakitku.
 

April 1995


Seluruh badanku memerah....!! aku meriang hebat,oh ya..di komplek ku ada 4 orang ibu hamil sekaligus dalam waktu bersamaan hanya selisih bulan saja, dan yang menderita ruam kulit hanya aku dan tetanggaku yang juga hamil dan itu di sebabkan ikan tongkol yang kami beli di tukang sayur yang sama, malam2 tetanggaku di bawa ke RSU di rawat di sana karena mengalami keguguran, aku tetap menolak di obati, aku berjuang bersama bayiku yang baru berusia 4 bulan ku bilang kita bisa nak... pasti bisa...! aku mensugesti diri sendiri melawan khawatir dan rasa panas karena ruam merah2 itu, 3 hari setelahnya warna merah itu memudar dan menghilang, aku bilang, kau hebat nak.....! 


Juni 1995 


Aku terkejut bukan kepalang, ada plek merah muda saat aku buang air kecil, aku menangis menahan sakit yang tiba tiba menghebat di perut bawahku, suamiku sudah berangkat kerja, komplek sepi, tertatih tatih aku mendatang rumah ibu bidan depan komplek yang lumayan jauh jaraknya apalagi dengan kondisiku yang tiba2 melemah.setelah di periksa, bu bidanku malah membuat surat pengantar ke dokter kandungan, ibu harus di USG secepatnya... begitu kata beliau dengan ramah tapi bagai petir di telingaku, ada apa dengan bayiku bu...? aku bergetar..hanya untuk memastikan saja tenang saja semoga tidak terjadi apa apa..kata beliau lagi tetap lembut namun tak cukup menentramkan gelisahku. 


July 1995


 Ari ari bayiku ada di jalan lahir....!! begitu bahasa sederhana yang ku terima, hingga membuat pendarahan terus menerus, dan aku di sarankan bedrest total di RSU, semua surat2 untuk perawatan sudah siap, aku tanya suster, untuk berapa lama aku di rawat..? suster manis itu tersenyum, sampai sembuh tentunya ibu....aku terkesiap sambil duduk di korsi roda nalarku bekerja cepat, siap yang akan merawat sulunglku yang TK ? siapa yang melayani suamiku di rumah?siapa yang memasangkan kaos kaki untuk kedua orang terkasihku itu?. tiba2 aku punya kekuatan, aku berdiri dan pamit ke kamar kecil sama suster, lalu aku menyeret tangan suamiku cepat2 keluar RSU meninggalkan semua berkas2 perawatan yang sudah siap, suamiku bengong aku stop taksi dan PULANG ....!


Agustus 1995 


Tak kuhiraukan semua protes baik dari suamiku, keluarga besar, sahabat, teman...uang bisa di cari ten, nyawa ga bisa di ganti... kata sahabatku dengan cemas, jangan main main ini urusan nyawa ten...! kakak2ku sewot, bukan saatnya keras kepala ten...! tetanggaku menimpali... berhari hari aku di paksa kembali ke RSU, dan aku tak bergeming, ku jalani kehamilanku dengan pendarahan yang makin hari makin banyak volumenya dan aku tidak bedrest, aku masih beli sayur dan memasak di iringi tatapan khawatir seluruh tetangga, aku menyuci, menyetrika, menemani belajar sulungku , menyiapkan sarapan mengantar sekol;ah , melayani suami, menyiapkan sepatu dan memasang kaos kakinya dengan perut yang makin membuncit, dan dengan darah yang kadang tembus ke belakang , tetanggaku sering berteriak ngeri... aduuuhhh yang hamil ko haid... aku tersenyum kecut, kulitku menghitam, sementara mukaku tambah hari tambah pucat membiru di bibir...


September 1995 


Menjelang hari kelahiran yang di perhitungkan bidan, aku kena demam lagi, mengigil sampai gemeletuk, suamiku membawaku ke dr kandungan di rumah sakit besar dan aku harus menjalani bedah caesar secepatnya, suamiku tersentak biayanya berapa dok...? suara suamiku terdengar gemetar, terlihat keringat menderas di keningnya aku tahu kami tak punya tabungan sebanyak itu, aku bangun dan minta permisi ke dr, untuk kembali lagi nanti sore, dan dokter mengijinkan dengan berat hati, dengan senyum setenang danau aku tuntun lembut tangan suamiku yang aku tahu pasti dia di dera bingung yang luar biasa, di mobil yang mengantar kami pulang ku elus elus lembut tangan suamiku dan tetap tersenyum manis, suamiku membuang pandangannya ke luar jendela dan aku tahu ada air yang tertahan di kedua matanya, sebab dia tahu dan mengerti apa yang ingin ku sampaikan meski tak terwakili satu katapun, kembali kami pulang.. Hamil dan melahirkan adalah kodrat... adanya tidak mungkin untuk melukai, tubuh seorang perempuan sudah di desain sedemikian rupa untuk proses itu, dan desainernya adalah desainer tercanggih tak tersaingi alat ataupun teknologi canggih manapun, hamil dan melahirkan... adalah sebuah proses alami yang sudah ada sejak ribuan tahun bahkan jutaan tahun sebelum aku, dan jutaan ibu mengalaminya bahkan berulang ulang dalam hidupnya,DIA yang menyimpan benihnya, merawat dan membesarkannya dalam rahimku tanpa banyak campur tanganku biarlah DIA pula yang mengeluarkannya dengan keajaiban, air mataku mengalir pelan.... jika harus aku kehilangan nyawa karenanya... bukankah nyawaku juga milikNYA...? satu permohonanku .... semoga selamat sehat bayiku...berjuang bersama 9 bulan lamanya, sakit bersama sama, bertahan berdua, saling menguatkan, saling memberi semangat, saling menyayangi, cinta yang kuat telah terjalin erat sejak ari ari mulai tercipta memakan makanan yang sama, mendengar hal yang sama...


 Malam minggu pukul 18 .00 aku meminta suamiku mengantarku ke bidan, dan ku pegang tangan bidanku yang cemas....selain Alloh SWT.... aku minta tolong pada ibu... bantu aku melahirkan ibu..... pukul 7.00 minggu pagi.....aku bertakbir mengiringi suara lengkingmu yang terdengar lebih indah dari suara apapun yang pernah ku dengar sebelumnya, tangis pertamamu membuat senyumku mengembang tak peduli darah dan keringat melumuriku .... dia jagoanku.... Robbi Alhamdulillah...Robbi habli min ladunka duriyatan toyyiban .... amin...jagoanku yang hebat... jagoanku yang kuat... jagaoanku yang mengajariku tentang cinta dan keajaibannya..jagoanku yang membuatku sabar .. jagoanku yang membuatku tangguh......


 hari ini..... 

5 juli 2011 .......

 16 tahun usianya....... dia ragukan cintaku

 dia menolak rasa sayangku

 dia mengadili caraku mengasihinya

 dia pilih tempat mengadu yang bukan pangkuanku

 ingin ku bilang padamu belahan jiwaku.....

aku rindu saat mengusir nyamuk yang ingin hinggap di tanganmu yang putih

 hingga dini hari aku berebut satu titik darahmu dengan nyamuk yang kelaparan,

 hanya satu tetes tapi aku tak rela.........                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 


Membangun Istana pasir di tepian pantai, Sejuta.... menjulang menyentuh awan....saat ombak datang menyapu, hilang musnah tanpa sisa... sekedar pamit pun tak sempat..

Senin, 27 Februari 2012

Dhuha Bersama Malaikat Malaikat Kecilku


DHUHA BERSAMA MALAIKAT-MALAIKAT KECILKU
Satu siang,
di jam istirahat
awal pebruari 2012

Alhamdulillah, ku tutup buku gambar terakhir yang ku bubuhi 2 bintang dan satu gambar bibir tersenyum lebar ,di jadwal harian tertulis, printing finger dan hasilnya lukisan abstrak yang benar benar membuatku geleng geleng kepala, hmm..

"hap.. happ.. yang sudah makannya kita wudhu, lalu ke mesjid, kita shalat dhuha ya sayang.."
aku berdiri sambi...l bertepuk, anak anak beranjak memberesi bekalnya , yang lain langsung berlari menghampiriku, ku tuntun mereka ke tempat wudhu, yang lain masih berlaria larian tak mendengarku.

"hai , hai ayooo sayang nanti lagi mainnya kita shalat dhuha dulu..."
ku angkat Ikhsan yang masih bergelayut di tempat tali panjat, yang lain tertawa sambil berlari ingin ku kejar, ke ladeni mereka sambil mengembangkan tangan ku giring semua ke tempat wudhu.

Baju mereka basah kena air wudhu lebih tepatnya karena mereka wudhu sambil main air, aku tersenyum dan sedikit melotot, ku ijinkan nak, apapun nikmatilah , bisikku dalam hati dengan hati ringan.
di dalam masjid tak satu pun malaikat malaikat kecil itu duduk di sajadah yang telah ku susun rapi, semua berlarian berputar seperti gasing dengan mulut yang bak petasan rentet,kembali aku bertepuk meminta mereka berhenti berlarian.
" Nadya..."
" Restin .. ayoo sayang...pake mukenanya.."
" Ibuuu... Dika nakal niihh..." Nadya mendorong Dika sampai terjatuh , yang jatuh bangun dan membalas, sigap ku pisah mereka,
"Ibuuu, mukena aku di tarik sama dia..." Wulan menunjuk marah temannya, ku benerkan mukenanya yang miring. sungguh tidak mudah mengajak 30 orang anak yang menjadi makmum, belum sebagian yang tidak mau ikut shalat di luar menggoda lewat kaca.

" kalau sudah di dalam masjid tidak boleh lari lari, tidak boleh teriak teriak ,masjid kan tempat shalat, tempat kita minta sama Alloh .."
aku terus ngomong sambil memakai mukenaku
sebagian menempati sajadah , ku beresi mukena kecil mereka yang laki laki ku beresin shafnya

"tidak boleh terlalu rapat, tidak boleh jarang jarang nanti syetan masuk gangguin kalian.."
mereka bergidik sambil merapat ke temannya.
" tidak boleh bercanda , ikutin ibu, ga boleh mendahului, ga boleh ngomong, ga boleh ganggu teman, ibu di depan ga lihat kalian tapi Alloh lihat semuanya .. "
"iya ibuuuuu.... " mereka menjawab kompak

" Allohu Akbar...." aku takbirotulikhrom

" stttttt... ga boleh ngomong .." terdengar suara anak anak pelan sambil cekikikan
'Ikhhhhh .. kamu .. diamm.. nanti di bilangin lho..." telingaku ga bisa di bohongi menangkap suara mungil mereka yang berisik di belakangku.

"Allohu Akbar..." aku ruku

gedebuk.. lalu terdengar tawa tertahan, aku tahu mereka saling dorong.

"Allohu Akbar......" hingga..

"Assalamualaikum...." aku menutup salam .lalu...
belum juga aku berbalik ..

" ibuuuu ... Nabil bercanda.."

"ibuuu... " dan " ibuuuu..."

semua laporan seakan mereka sendirilah yang tidak bercanda.

" iya sudah ga papa besok jangan bercanda lagi ya..."
kataku paham, ku sentuh kepala mereka satu persatu saat mereka mencium tanganku seusai doa.

tak apa sayang... terima kasih sudah jadi makmumku, terima kasih sudah mau berdoa bersamaku, makasih sudah mengAminkan doaku, terima kasih sudah menjadi anak anak Islam.hatiku luruh...meruah dalam haru yang membias memenuhi seluruh rongga dadaku

Terima kasih anak anakku, permata bangsaku
Tak akan ku rampas hakmu bermain, tertawa, dan bercanda
meski atas nama apapun.

( karena doa doa kalian di shalat dhuha, sekolah kami mendapat bantuan dana pembangunan tanpa di duga,
Alhamdulillah.. terima kasih ya Robby
terima kasih nak .)

by CAMAR PUTIH 


Doa untuk Anakku

Doa untuk anakku Tiandra Tiara
Telah ku lalui jalan yang tak mudah
kadang kemarau terik memanggang 
lengang seperti sahara tanpa teman
jeritku kembali menjadi gema yang memilu
kadang malam menjadi gelap tanpa bayangan
tanpa kerlip lentera terbawa angin 
ingin ku tangkap cahaya nya meski hanya serupa titik membias
namun tangan tak bertenaga
gelapku menyempurna
namun menatap wajah cantikmu
anakku Tiandra Tiara
ketegarannku melumpuh
ngilu merobek hati
segenap tabahku menguap
aku bundamu nak.
meski tak bisa ku kurangi dukamu
ku sediakan pangkuanku untukmu
jangan bersedih cantik
Alloh sungguh maha penyanyang dengan cara yang paling unik..
sebentangan langit ku kirim doa untukmu.

by camar putih 7 Jan 2012

Cinta Selamanya

CINTA SELAMANYA

Mataku memberat menahan kantuk
di luar gerimis putih menyelimuti laksana tirai
harusnya dengan selimut lembut yang tebal 
aku dah lelap d buaian mimpi
namun gelisah di dasar hati
membuat mataku tetap terjaga
mengintip langit dari kisi kisi jendela
mencoba memunguti puzzle dari gambar hidup yang telah terlewati
beberapa aku tak sanggup merapatkannya ingin ku buang saja
lalu dengan apa kotak kosong itu ku genapi ? aku tergugu
harusnya sudah jadi gambar diri, sebab waktu tak lagi lama buatku
masih jua tersamar tak terkenali
memudar berubah bentuk, acak di permainkan air hujan
sekiranya boleh ku ulang
kembali ke awal
akan ku jalani hidup
bersamamu
di sisimu
melayanimu
di sepanjang tahun tanpa jeda
dan...
aku pun tersedu.

(untukmu sayang, maaf atas ribuan hari yang tak bisa ku layani,
asal kau tahu... cintaku tak berkurang hingga ribuan hari ke depan..)

by camar putih, 13 Januari 2012

 

Muhammad Ziyadhatul Khoiry

Muhammad Ziyadhatul KhoiryJam 22.05
mata bening itu masih membulat penuh, tak ada tanda tanda kantuk di sana
setengah ragu ragu dia berbisik pelan pelan 
"mamah.. peyut papa bilang mau makan.. gimana coba..?"
aku menatapnya dengan setengah gemes
pandai memilih bahasa dia
"bilang sama peyutnya besok pagi saja sekarang sudah malam"
kataku berdiplomasi menuruti gaya dia.
dia mengelus perut mungilnya, setengah memohon dia bilang
" mamah cantikk... peyut papa maunya sekalang "
tepat di sasaran aku pun luluh
lalu ku bikinkan telur dadar kesukaan dia dengan kecap
10 menit saja isi piring sudah berpindah dengan mulus ke peyut mungil itu
setelah doa selesai makan dia pun dengan manis menutupnya dengan khas
"makasih mamah .. papa cinta sama mamah, i love you mah you my evithing"
dan kembali aku luluh lantak
lebih dari itu pun aku mau sayang ku cium pipi lembutnya
"malam sayang love you too.. mimpi indah ganteng".
Jam 22.30.
cuma 30 menit
namun terkenang sepanjang sisa usiaku
Muhammad Ziyadhatul Khoiry di usia 4,3 tahun.

by camar putih, 11 Januari 2012





DISGRAFIA namanya.........



Ini hampir bulan ke 3 lepas semester 2, namun buah hatiku Si Lobot Faijelku begitu Dia menamai dirinya sendiri dengan tokoh film kesukaannya Power Ranger itu, belum juga bisa pegang pensil dengan benar, Aku ingat bulan bulan pertama Matahari kecilku ini masuk Sekolah TK Aku benar benar di buat terkapar kepayahan karena di banding temannya di Grup A Dialah yang paling tidak suka pegang pensil, memang benar usianya paling bontot kurang 5 bulan dari 4 tahun, namun kemampuan membacanya melesat mendahului temannya yang lain, demikian juga dengan bacaan Iqronya, maka Aku memacunya dengan semangat agar mau memegang pensil namun jagoanku ini malah malas malasan, sering emosiku naik turun karenanya



.Hingga hari ini Dia masih lepas lepas kalau pegang pensil, tangan lembutnya begitu lemas ku tekan sedikit agar kuat memegang pensil malah sang pensil yang terlepas mengggelinding ke kolong meja."Aduuuhhhh...ayo papa pegang pensilnya kuat kuat "Aku mengusap peluh yang menitik jika sudah buntu begini, rasa sedih dan bingungku membuat emosiku tidak terkontrol.
Demikian juga saat mewarnai, pensil warna hanya bergerak maju mundur di satu titik tidak bergeser ke sisi yang lain dan jika ku ingatkan maka hasilnya bukan lah mewarnai sesuai gambar namun mencoreti gambar itu sebab kepalan tangan nya menempel di kertas membuatnya susah bergerak. Selain Papa, Ikhsan juga sama menyusul Arya dan Saeful, dan kepalaku memberat mengingat ini.Berbagai upaya sudah ku coba untuk Papa di rumah juga di sekolah dengan memberinya hadiah kecil saat dia mau menulis dengan baik tapi hasilnya tak berubah


.Akhirnya, dengan setengah menyerah Aku putuskan Papa untuk kembali ke awal, tidak mengikuti program LKA, lembar kerja siswa dari sekolah tapi Aku buatkan Dia program sederhana, yaitu membuat garis lurus memakai titik, aku buatkan Dia satu titik dan satu titik lagi di sudut yang lain dan ku minta Dia menyambungkannya, luar bisa .... ternyata untuk membuat garis lurus saja buah hatiku kesulitan, dari jarak 5 cm aku perpendek menjadi 2 cm barulah setelah berulang ulang di dapat juga satu garis yang cukup tebal dan tegak lurus, Aku menghela nafas sayangku, cintaku, manisku, ku cium pipinya .. hebatttt pujiku.


Sulungku memberiku solusi untuk mengunjungi mbah Google dan bertanya tentang masalah Ci Lobot Faijelku ini.Dan Aku terpana ... ternyata Astagfirulloh Anakku di indentifikasi menderita DISGRAFIA..Pertama membacanya keren sekali, waw.. kalau Aku punya bayi lagi ku namai ini , hehehe..sayang ini nama dari sebuah kesulitan menulis atau Learning Disorder dengan ciri perifernya berupa ketidak mampuan menulis, terlepas dari kemampuannya membaca maupun tingkat intelegensinya, bahkan ada yang di atas rata rata, dan juga bukan merupakan karena gangguan motorik halus maupun visual.Ternyata dari literatur yang Aku baca, Anak dengan gangguan Disgrafia mengalami kesulitan dalam mengharmonisasikan ingatan dan penguasaan gerak ototnya secara otomatis saat menulis huruf dan angka.


Ingatanku melayang pada beberapa anakku yang mempunyai gejala sama, dan teringat juga bagai mana susahnya kami mengarahkan mereka, ada yang mengalami Disgrafia , ada juga yang Disklasia kesulitan dalam membaca , ada yang salah satu tapi ada juga yang keduanya


Sungguh luar bisa perbedaan energi juga emosi saat kita tidak mengetahui sesuatu dan ketika kita mengetahui sebab sesuatu, demikian juga halnya Aku, caraku menghadapi Papa kini berbeda jauh dengan saat aku belum tahu sebabnya.Aku lebih sabar, tak lagi khawatir, dan panik.Aku buatkan Papa beberapa titik titik baik itu horizontal, vertikal, lingkaran, kurva, dan beberapa bentuk geometris sederhana, ku padu dengan pensil warna warni agar mudah membedakan dan Dia tidak mudah jemu


Alhamdulillah perlahan ada perubahan lembar demi lembar berubah tidak lagi acak namun mulai sesuai jalur.Aku membuatkan beberapa buku yang sama untuk anak anak yang lain.kebetulan tadi siang ada pertemuan bulanan dengan orang tua murid dan Aku menyampaikan maksudku dengan program sederhana yang ku rancang untuk mereka , sebab aku membuatnya sebagai pekerjaan rumah jadi perlu kerja sama yang baik dengan orang tua di rumah 
.Alhamdulillah orang tua murid menyambut antusias.Aku pun membuat sebuah gerak senam yang sederhana yang di lakukan setiap hari sebelum kegiatan menulis di mulai , yang melibatkan kerja aktif otot bahu, lengan atas serta lengan bawah dan jari jemari.Semoga sekecil apapun itu membawa perubahan yang menggembirakan nantinya.


Terima kasih Papa ku sayang, karenamu aku jadi mendapat ilmu yang luar bisa
.Mari nak ... kita bergandeng tangan belajar dan belajar setiap hari tanpa henti.
Padamu, karenamu, untukmu, ku kerjakan banyak hal dan itu membuatku sangat hidup
.Hadirmu menjadi Anugrah yang tak putus mengalir di tiap detik yang ku lewati.

Papa sayang oh anakku sholeh jangan menangis,

 jangan bersedih mamah di sini jagai... jagain Papa

(senandung kecil saat Papa masih bayi
 sekarang suka ku nyanyikan berangkat dan pulang sekolah
 di perjalanan sambil menikmati angin menerpa karena motorku melaju perlahan )
by camar putih, 25 Feb 2010