Dua telaga bening ini Selalu mampu meruntuhkan hatiku membuatku tak berdaya saat ia meminta Dua telaga bening ini Selalu mampu mengajariku bahwa duka tak selamanya air mata Dua telaga bening ini Selalu mampu membuatku berdada lapang seluas samudra Dalam lepas gelak tawa riangnya Ku dapatkan indahnya hidup Dalam rengekan manjanya Kudapatkan betapa berartinya diriku melebihi dunia beserta isinya baginya Dalam cerewet dan sejuta tanyanya Kudapatkan pelajaran yang tak pernah berwisuda .Ya Robbi tak putus Syukurku, Terimakasih telah hidupkan Ia untukku, Di sebuah malam menjelang Iedul Fitri Hadir dengan senyum Malaikat di pangkuanku by ;Camar putih, 24 April 2011
"Ibu masuk..?" "Iya sayang ayo kita masuk ajak temen temennya" Aku berdiri dari kursiku dan ku simpan beberapa buku laporan harian yang sedang ku kerjakan, ku lirik jam sudah menunjuk di angka 9.30, waktu istirahat anak anak sudah habis, jadi ku iya kan saat Wulan bertanya barusan.Anak anak berlarian masuk dan mengerubungi mejaku, beberapa wajah mungil ini nampak merah mengkilat basah oleh keringat, hmmm... aktifitas mereka memang tidak ada duanya berlari dan bergerak terus menerus selam 30 menit waktu istirahat membuat darah di tubuh mereka mengalir deras dan lancar. Ku ajak mereka untuk cuci tangan dan membasuh wajah mereka agar lebih segar. 15 menit kemudian, aku sudah duduk bersimpuh di lingkaran bersama anak anak yang hendak berdoa bersiap hendak pulang, namun sebagian besar anak anakku masih berlarian di dalam kelas tak menghiraukan tepuk tangannku yang mengajak mereka duduk di lingkaran. "Nabil, Kiki, Fathan, ayo duduk sayang.. kita m...
Sudah dua hari badanku terasa berat dan pegal pegal, teringat anakku yang sulung yang suka memijatku, tapi sekarang tidak bisa ku mintai tolong dengan segera, Yogya - Banjar bukan jarak yang dekat sekedar hanya untuk memijatku. Akhirnya aku meminta tolong Ma tukang pijat tetanggaku, Ba'da Maghrib Dia sudah mengetuk pintu rumahku. Seperti biasa sambil memijat Dia bercerita, dan selalu ceritanya suram penuh kesedihan. Aku sambil menikmati pijitannya setia mendengarkan curhat si Ma malang ini. "Kemarin Ma teh kabur Neng, mau kesini tapi malu.." "Lho .. Ma kabur ..? kenapa Ma..?" "Aahh hidup Ma mah gini terus Neng, sakit hati sama Anak Anak " Tangan kurus si Ma meluncur di betisku, Aku meringis meski kurus namun tenaganya sanggup membuatku menahan nafas. "Ya Alloh Ma.. coba kaburnya ke sini , seneng Aku ada yang mijitin, kenapa lagi dengan Anak Ma..?" "Sama Mantu neng.." Si Ma terisak Aku tidak enak hati jadinya, su...
Komentar
Posting Komentar