Rabu, 29 Februari 2012

TANGIS SANG JUARA



Selasa 28 Pebruari

Tiba juga hari ini.
 Dengan semangat penuh kami tiba di tempat perlombaan OPEN HOUSE Uswatun Hasanah.
 Meski jam belum genap di angka 08.00 namun peserta sudah memenuhi tempat di laksanakannya lomba, semua baik itu peserta, guru pendamping, orang tua murid terlebih tuan rumah terlihat sangat antusias, tempat lomba terlihat semarak, Panitya benar benar mempersiapkannya dengan baik

.Papa si kecilku juga terlihat senang, meski tidak mengikuti lomba namun dia terlihat riang karena berkumpul dengan teman temannya di tempat baru, dia tidak rewel Ibunya sibuk mengurus teman temannya yang mengikuti lomba, ada 3 cabang yang di perlombakan untuk tingkat TK dan RA seKota Banjar, yaitu Gerak dan Lagu, Ketangkasan, dan Bermain Angka atau Matematika.

Waktu lomba di mulai jam 08.00 tepat,.
Di bagi di tiga tempat sesuai mata lomba, peserta yang mengikuti mata lomba Bermain Angka tidak di perkenankan di dampingi baik oleh guru pendamping atau pun orang tua , demikian juga dengan mata lomba Ketangkasan, anak anak hanya di temani Panitya saja

.Dengan nomor peserta 20 untuk semua mata lomba membuat kami tidak tergesa gesa, semua anak di pastikan sudah sarapan, membawa bekal air minum dan uang tidak boleh lebih dari 2000 rupiah sekedar ingin jajan, agar anak tidak terpecah konsentrasinya oleh jajanan, karena pihak sekolah mengadakan Market Day jadi begitu banyak makanan kecil kesukaan anak anak yang tersedia di tengah tengah tempat lomba berhadapan dengan panggung utama yang cukup luas.

Anak anak yang mengikuti perlombaan Gerak dan Lagu mulai ganti kostum, sedikit di poles bedak dan seulas lipstik sekedar agar anak anak  tidak terlihat pucat, kostum yang di gunakan sederhana saja baju terbaik yang mereka punya bebas warnanya, kerudung kecil mereka di tutup dengan topi bundar khas anak anak karena temanya wisata dengan lagu Becak Becak karangan Ibu Sud.

 Aihhh.... Anak anakku terlihat cantik cantik dan cakep cakep, lucunya, namun tetap khas anak anak natural tidak bermake up tebal.Menunggu giliran,setelah selesai bermake up Anak anak terlihat tidak sabar , mereka mulai bergoyang mengikuti alunan musik yang sudah mereka hapal dengan baik, Aku bersama Bu Wati dan Orang Tua Murid tersenyum geli melihat mereka.

Tiba giliran Mereka naik panggung...
 Wahhhh mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton dan Dewan Juri, hari yang mulai terik panas menyengatpun tidak lagi terasa .bukan main kami gembira melihat penampilan mereka, terbayang jerih payah saat melatihnya hari ini berbuah manis , dan kami optimis.

Selesai lomba Gerak dan lagu tampil kami memberilkan suntikan semangat untuk anak anak di mata lomba Ketangkasan.
 Subhanalloh... semangatnya mereka meski hari begitu panas di jelang tengah hari, tidak terlihat sedikit pun rasa lelah di wajah mereka.dan Aku pun bertepuk tangan sambil berteriak  teriak .. ayooo.... ayoooo... horeeeeee.. hingga sampai di garis finish.

.Menjelang Dhuhur selesai sudah semua lomba yang di adakan serentak itu, kami beristirahat sambil menunggu pengumuman, berbincang bincangkami di pelataran teras.

" Ibuuu....Dika dapat Piala itu ga bu..."
seperti biasa Dika menarik ujung gaunku sambil menunjuk deretan Piala dan hadiah hadiah di samping pagung.
" Insya Alloh dapat sayang..." Aku menentramkan
" Ibuuu... kalau dapat, Piala nya boleh di bawa pulang ya...?"
Restin mendekatiku matanya penuh dengan harapan
" Tentu saja..."
Aku menjawil pipinya yang cabi.

Akhirnya pengumuman yang kami tunggu pun tiba ,.
Dengan dada berdebar kami mendengarkan dengan harap harap cemas, mulai dari juara harapan mata lomba Bermain Angka, 3 juara harapan , kamu luput tak terpanggil, akhirnya mulai dari juara 3, ku lihat bu tuti mengibaskan tangannya ku artikan bahwa kita tak akan dapat, namun tiba tiba

" Juara 3 untuk mata lomba bermain angka di raih oleh RA Al Kasysyaf..Ananda Yazid Abdul Hakim..."
" Alhamdulillaaaahhhh...!!."
 Kami berteriak serempak ... lalu dengan semangat dan tawa mencari cari Yazid
 " Yaziiddddd... kamu menang nak.. hebattt..."
 Kami memeluknya dengan gembira
"Ayooo ke panggung di temani Bu Tuti.."
Tak putusnya ucapan Alhamdulillah dari mulut kami semua di iringi senyum bahagia
.
Kemudian pengumuman mata lomba ketangkasan untuk anak laki laki, dari 3 juara harapan hingga 3 juaranya tak satupun kami dapat, hingga pengumuman ketangkasan anak putri di nomor urt juara 2 tak satu pun yang lolos kami sudah pasrah lumayan sudah dapat Piala 1, dengan senyuman yang belum terhapus kami menghibur diri.

"Juara pertama lomba ketangkasan putri di raih oleh nomor pesertaa..... 20 dari RA Al Kasysyaf...."

Kembali ucapan Tahmid dan Takbir  berloncatan tanpa sadar di antara keriangan dan kegembiraan, sungguh di luar dugaan padahal mereka latihan cuma sekali saja,
 Alhamdulillah , kembali kami naik panggung.

Tiba tiba ku lihat Nadya menangis dengan mata merah

" Aduhhh... ko nangis Nadya kenapa sayang..."
Kataku mendekati lalu mengusap air matanya
 "Nadya takut Piala dan hadiahnya ke buru habis dan dia ga kebagian.."
 Ibunya menjelaskan dengan menahan tawa.
Tak urung aku tersenyum geli.

Pengumuman terakhir adalah juara mata lomba gerak dan lagu.
 Hingga juara harapan habis nama kami belum terpanggil, Nadya nangis makin sesegukan, kami sibuk membujuknya, jadi tidak terdengar siapa juara 2 dan 3, tiba tiba

...di raih oleh RA Al Kasysyaf....!!!"

Alhamdulillah .....
Juara Umum lah kami dengan 3 Piala,2 buah piala juara pertama dan 1 buah  piala juara 3 , seabreg hadiah yang kami bawa pulang .
 waaaahhh senyum mengembang sempurna di bibir kami .

Namun terlihat sedikit kepanikan di belakang para Ibu orang tua murid sibuk menenangkan buah hatinya masing masing
" Ibu .. ada apa kenapa Restin sayang...?? lhooo ko  Dika juga manyun...merenggut gitu.."
Aku sedikit kaget
" Ini kita dapat piala sayang ... juara pertama ...!! anak Ibu hebattt..."
 Ibu Kepala ikut membujuk
Dengan mengedipkan mata dan sedikit menahan tawa mamahnya Restin berbisik
" Mau di bawa pulang ke rumah Bu pialanya .. jadi rebutan piala aku ... piala aku..."
Olalalala......
Aku menepuk dahi, Anak anak yang luar biasa.

" Begini sayang... pialanya ibu bawa ke sekolah dulu kan teman teman yang lain juga pingin lihat ya..."
 Aku berusaha menenangkan.
Tangis mereka bukan mereda malah semakin kencang, dan semua orang menoleh dan bertanya
" Kenapa Sang Juara malah menangis...??"  Panitia bertanya heran.
" Pialanya mau satu satu Ibu..."
 Bu Wati menjelaskan sambil tertawa.

Ibu kepala memberi usul pada Orang Tua murid, nanti sore kita beli piala yang agak banyak di kasih label yang sama nanti bikin di rumah. dan solusi itu membuat anak anak mereda tangsinya.
, Dengan cepat kami membuat duplikat nya, khawatir Mereka terus rewel sesampainya mereka di rumah.
 Ba'da ashar selesai juga duplikat piala piala itu, dan di antarkan segera ke rumah Sang Juara masing masing.

Lega rasanya.

Sebuah Prestasi
Adalah sebuah kerja sama yang kompak seperti dua sisi segi tiga yang bertemu di puncak
Satu sisi adalah kreatifitas dan dedikasi guru
Sisi yang lain adalah bakat dan kemampuan anak yang terlatih dengan baik Kecintaan dan Kepedulian, Totalitas dan Keikhlasan menjadi dasar penyangganya

Alhamdulillah..

Engkau jualah yang Maha Menyempurnakan ikhtiar dengan sebuah hadiah paling manis.

Terima kasih Anak anak

Terima kasih untuk para Orang tua atas cintanya untuk para Juara ini.





by camar putih banjar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar